Archive for June 2011

Jalan Berlubang dan Hak Hidup Warga

Pernah dimuat di Harian Suara Merdeka, 2011

Oleh

Manunggal K. Wardaya, S.H., LL.M

Tewasnya seorang pengendara sepedamotor  bernama Cahyono Sugiarto (44) di ruas Jalan Ajibarang-Bumiayu, Banyumas menjadi lembar hitam Kamtibmas Jawa Tengah di awal tahun 2011. Sebagaimana diberitakan harian ini (2/1) Cahyono tewas diterjang sebuah truk yang melintas dengan kecepatan tinggi setelah sebelumnya mengindari kendaraan di depannya yang mengerem mendadak karena menghindari lubang di jalan. Kehilangan nyawa secara sia-sia seperti dialami Cahyono tentu bukanlah yang pertama kali terjadi di negeri ini. Begitu banyak jalan berlubang tak terurus yang siap memangsa para pengguna jalan raya baik langsung maupun tak langsung seperti kejadian di atas. Tulisan ini secara singkat akan mengulas peristiwa tersebut dari sudut pandang hukum hak asasi manusia. Read the rest of this entry »

Advertisements

Posted 22 June 2011 by smurfguido in Artikel HAM

Jangan Rasis

Dimuat dalam Surat Kabar Serambi Indonesia, Banda Aceh, 24 Mei 2011

SAIFUDDIN BANTASYAM

BERMAKSUD membanding-bandingkan kualitas cabinet Orde Baru dan Orde Reformasi, anggota DPR-RI Bambang Soesatyo (BS) yang berasal dari Golkar menyatakan sesuatu yang dianggap rasis terhadap Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu terkait dengan pembelian pesawat MA-60 buatan China. Kata BS, kebijakan Elka membeli pesawat MA 60 dari China itu lebih mengacu ke nenek moyang Mendag tersebut.

Kata “nenek moyang” sangatlah konotatif. Tak mengherankan saat kritik terhadap BS pun berhamburan. Todung Mulya Lubis menyebut pernyataan BS itu tidak etis. Sedangkan Yenni Wahid mengatakan bahwa saat ini tidak relevan lagi bicara pribumi dan non-pribumi. “Komentar rasis tidak mendidik masyarakat dan tidak relevan lagi untuk konteks Indonesia. Penempatan tokoh etnis tertentu dalam kabinet Indonesia, dilakukan untuk mewujudkan kesetaraan di Indonesia yang realitasnya multietnis,” sebut Yenni sebagaimana dikutip oleh beberapa media massa.

Menurut pendiri Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Tommi A Legowo, BS seharusnya mengeritik prosedur pembelian, bukan menjurus SARA. Menurut Tommi, pembelian Merpati di China bukan soal China atau bukan China, soal nenek moyang atau bukan, melainkan soal apakah dalam proses pembelian itu ada manipulasi dan kongkalikong, penipuan dan sebagainya. Kongkalikong, penipuan, manipulasi itu bisa dilakukan siapa saja, tidak tergantung pada hubungan kesukubangsaan, kata Tommi kepada wartawan. Menurutnya, yang harus diselidiki DPR adalah apakah harga pembelian pesawat MA 60 dengan kualitasnya sebanding atau tidak. “Bekerja dalam era keterbukaan dan profesional sekarang ini tidak pada tempatnya jika membawa-bawa masalah SARA” tutur Tommi. Read the rest of this entry »

Posted 13 June 2011 by smurfguido in Tulisan

Tagged with